Kamis, 13 Oktober 2011

Curcol.q hari ini dan Awal dari cerita yang mau aq share tentang kisah seorang Gadis :))

Malem Guyz . . Hari ini cukup melelahkan juga ya . . Hari ke 3 ulangan tengah semesterku kali ini benar-benar berantakan! Banyak isian soalnya yang belum aku isi, semuanya aku kosongin. Wajarlah, aku terlahir dari keluarga pebisnis semua. Tidak ada yang memiliki darah seniman. Jadi ya gitu deh. Ulangan seni buadayaku cukup berantakan. Tapi untungnya hanya ulangan seni budaya saja. yah, semoga selanjutnya tidak akan ada lagi pertanyaan yang tidak dapat terjawab. Semoga semuanya dapat terjawab dengan benar. Amiinnnn . .

 Well, meskipun tadi adalah hari yang cukup menguras otak dan emosi karena saat pulang sekolah tadi, sahabatku Ariany mengajakku main ke rumahnya. Namun, siapa yang bisa menyangka jika tiba-tiba saja ban motornya bocor di tengah jalan. Yah . . terpaksa dehh nuntun ampek cukup jauh, merasa terlalu capek, akhirnya kita berhenti sejenak karena sepertinya tukang tambal bannya tempatnya masih agak jauh, karena di sekitar Ngagel memang cukup jarang ada tembal tambal ban di pinggir jalannya. Jadi ya sudah, dengan sedikit emosi dan berharap ada yang mau menolong kita, pasrah deh duduk di pinggir jalan sambil melongok kayak gelandangan :D

Sampai akhirnya si Ariany coba menghubungi pacarnya, dan aku pun juga begitu, tapi sepertinya memang kekasih kami sedang sibuk banget sampai handphone kami berdua tidak ada yang bergetar sama sekali! Nasib .  . Nasib . . Sms ke temen-temen yang lain juga gag ada yang bales. Pada sibuk semua! Yang lebih apesnya, aku baru sadar kalau pulsaku habis dan bonusan smsku pun sepertinya juga akan segera berakhir karna sudah hampir jam 5. Harus sms lagi 3x baru deh bisa dapet bonusan lagi. Tapi yah namanya juga pulsa tinggal Rp. 31,- mana bisa buat sms? Mana di sini juga jarang ada counter, kan ini di pinggir jalan raya besar, adanya hanya dealer-dealer motor yang banyak! Haduchh . .

Sudah hampir 1 jam kita kayak orang gila di pinggiran jalan raya. Alhamdulillah yah, ada juga 2 orang lelaki yang mau nyamperin dan menolong kita. "Hallah ndul, nyorong ae lho, aq wedi ndul, ntar lok di bawa lari motorku gimana?", si Mbok begitu biasa aku dan teman-teman memanggil sahabatku yang sebenarnya bernama aslikan Ariany itu, berkata cemas. "Aduh udah lah Mbok, nurut ajah sama aku. Kasihin kontaknya, dan dia pake motormu. Kita pake motor itu orang. Anggap saja tukar-tukaran motor". Ehh si Mbok malah ngomel bla bla bla. Tapi yah buat apa menghiraukan dia? Yang penting ada yang niat nolongin yah musti positive thingking ajah, dari pada kayak orang gila di pinggir jalan terus, dan menaruh harapan yang sia-sia pada teman-teman yang lagi sibuknya mintak ampun, benar-benar tidak bisa di harapkan.

Ahh akhirnya sampai juga di tempat tambal ban. Dan kedua laki-laki itu langsung menyerahkan kontak motor sii Mbok, dan aku pun melakukan seperti hal nya yang dia lakukan. "Wahh ini mah sudah tidak bisa ditambal lagi neng. Harus ganti pake ban motor yang baru lagi. Soalnya bocornya sudah banyak dan terlalu parah!", kata si bapak tukang tambal ban motor. "Ya sudah pak, tidak papa", jawabku. Lalu salah satu dari kedua lelaki yang telah menolong kita tadi bertanya, punya duit apa gag buat beli ban baru secara kan kita baru pulang sekolah. Hahahaha, belum tau saja dia, kita kan gudangnya duit. Wkwkwkkwk. "Ada mas", jawabku.

"Ouh ya sudah kalau memang ada, kita tinggal saja kalau begitu, karena kita juga ada kepentingan", kata salah satu dari kedua lelaki tersebut. "Ohh iya mas, terimakasih ya mas, terimakasih. Maaf merepotkan lho", balasku dengan senyuman dan menundukkan kepala, tapi tidak selurus orang-orang Jepang memberikan salam lho yah. Hehehe :)

Yah, begitulah ceritanya. Selesai tambal ban aku membayar total seluruh kerusakan motor si Mbok. Benar-benar apes! Harus aku pula yang bayar. tapi gak papa, asal di hitung sebagai hutang saja. Jadi setidaknya uangku bisa kembali lagi. Tidak sepenuhnya aku yang menanggung, toh itu kan bukan motorku juga. Hehehe, meskipun teman, tapi kalau masalah uang harus tetap di bayar kan? Terlalu banyak hutang dia yang aku potong dan aku ikhlaskan, namun kali ini maaf ya Mbok, aku kan juga anak kos, tau kan? Semuanya musti serba pas-pasan, jangan malah direpotkan! Hehehehe :D

Well, meskipun aku capek, tapi tetap dunk harus menepati janjiku untuk meneruskan cerita yang kemarin hanya secuplik saja aku bagikan ke dalam blog pribadiku ini sebagai awal bagaimana kisah cerita seorang Gadis yang aka aku bagikan di sini? Yuk, jangan bosan - bosan membaca yah :)

***

"Selamat malam Mam. Maaf Bah saya terlambat pulang ke rumah, karena sedang ada tugas dari sekolah yang harus saya selesaikan secepatnya.", sapa Gadis kepada Mamanya yang lalu memberikan alasan pada Abahnya, begitu Gadis menyebut orang tuanya Mama dan Abah. Meskipun kedua orang tua nya tidak ada yang pernah Naik Haji sekalipun.

Namun sayangnya, justru alasannya itulah yang juga membuatnya menerima sebuah "Plak!", "Kamu kira pantas seorang pelajar pulang larut malam seperti ini? Kamu pikir gurumu akan memberikan tugas yang begitu berat hingga kamu harus menyelesaikannya hingga jam 7 malam? Padahal dari tadi pagi kamu berangkat sekolah, sekarang baru pulang? Apa gurumu bodoh? Memang sekolahmu menganjurkan hal yang seperti ini? Kamu masih SMP sudah berani berbohong dan pulang larut malam seperti ini? Mau jadi wanita jalang kamu? Hah?!", begitu bentakan dan omelan dari seorang ayah yang selama ini dia panggil Abah. Membuatnya jatuh tersungkur akibat dari tamparan keras yang dia terima hingga membuat dirinya bergemetar tak karuan merasakan takut yang begitu dalam.

"Chedasss!" sebuah bunyi yang ditimbulkan dari sebuah ikat pinggang yang berhasil memberikan tatto gratis pada tubuh mulus si Gadis di bagian punggungnya yang begitu kurus kering. "Jawab anak sialan! Dari mana saja kamu seharian? Main terus kamu pikirkan! Coba kamu bantu-bantu kita di sini! Percuma saja kamu disekolahkan, malah jadi seperti ini? Adakah pelajar yang pulang jam segini?". Ahh bentakan itu? Sungguh tak bisa tertahan lagi air mata yang sedari tadi ingin segera keluar dari sepasang mata Gadis cantik nan mempesona itu. Dan ia pun terisak sambil tetap mencoba memeluk dirinya sendiri di sudut ruang keluarga yang sekaligus ruang makan yang juga langsung menyambung dengan ruang toko milik ibunya yang selalu dia panggil Mama. Dia hanya bisa terisak dan menunduk tak berani menatap ke arah laki-laki bertubuh besar di depannya yang sedang kerasukan setan, mungkin itulah yang dapat dia simpulkan dari sikap ayahnya yang memang begitu kasar terhadap semua orang terlebih pada dirinya.

Tak berapa lama, Gadis pun langsung masuk ke dalam kamarnya, yang menurutnya cukup nyaman, meskipun tak bisa membuat hatinya nyaman senyaman saat dia kecil dulu. Di mana masih terkumpulnya semua anggota keluarga. Yah, semua kakak-kakaknya sudah menikah. Hanya tinggal dia anak terakhir yang belum bisa terbebas dari amukan si Tuan Dadjal sialan itu, begitu dia menyebut Abahnya sendiri.

Dan di kamar ini lah dia bisa mengungkapkan segala yang dia rasakan di dalam hatinya yang terdalam. Pada kasur nya yang cukup empuk dia menghempaskan tubuh lelahnya yang begitu rapuh. Dan pada bantal guling dia mengeluarkan segala emosinya dengan memukul bantal guling itu keras-keras dan menggigitnya bagaikan seekor singa yang sudah lama tidak makan. Juga dengan bantal kepalanya yang cukup gendut gelembung begitu besar namun cukup empuk yang sudah terbiasa siap tidak siap harus tetap siap menerima banjiran genangan air kesedihan yang keluar dari mata sendu nan indah namun tersimpan kehampaan di dalamnya, akibat begitu banyaknya derita kehidupan yang harus dia jalani hingga nanti ajal menjemputnya lah yang mampu mengakhiri.

Hingga tanpa sadar, ia pun terlelap dengan membawa luka yang selalu ia rasakan di seluruh tubuh kurus nan tinggi tapi mulus.Dan berharap iya akan tetap bermimpi dan selalu hidup di dalam alam mimpinya yang mampu memberinya sebuah kehidupan yang telah ia inginkan bertahun - tahun lamanya, yang mampu membuatnya tersenyum sebelum ia akan bertemu sang Dadjal yang membuat ia terasa benar-benar sedang menghadapi kematian dan menuju ke neraka yang menyebalkan!*

***

Cukup sekian dulu, karena hari ini akucukup lelah, dan besok harus banyak belajar sebelum berangkat ke sekolah sorenya untuk mengikuti ulangan tengah semester lagi. Selamat malam semuanya. Semoga mimpi indah ya :-*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar